Rekondisi Motor Usia 2-5 Tahun




Mesin motor bila dioperasikan dalam jangka waktu lama, tentu perfornya akan kian menurun. Jadi jangan heran kalau mendapati lari tunggangan kesayangan sudah tidak ngacir lagi seperti waktu baru. Misalnya ketika kondisi gres kecepatan puncaknya bisa tembus 110 km/jam, kini cuma bisa berlari 90 atau 100 km/jam dan “Umumnya terjadi pada motor yang sudah berusia di atas 3-5 tahun,”

Lantas gimana menyikapinya?
bila sudah begitu harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh alias melakukan rekondisi total.
Minimal melakukan servis besar yang meliputi pembongkaran beberapa bagian mesin. Namun disarankan untuk mengenali terlebih dulu perubahan performa yang terjadi. Misal menurunnya akselerasi lantaran tekanan kompresi di ruang bakar mulai drop atau kerap timbul detonasi, maka yang mesti dilakukan adalah memeriksa kondisi komponen di dalam silinder dan kepala silinder.

kemungkinan yang menyebabkan turunnya tekanan kompresi ada beberapa hal. Antara lain mulai lemahnya regangan ring piston (gbr.1), terjadi kebocoran pada klep atau pada paking kepala silinder.

Kita ambil contoh di Honda Supra X125. Jika masalahnya adalah ring pistonnya yang lemah dan clearance piston mulai longgar, Anda kudu cek kondisinya. Bila dinding silinder sudah ada baret yang terlalu dalam, mau tak mau mesti dilakukan oversize yang pastinya dikorter

Sementara kalau hanya klep bocor dan perlu diskir ulang (gbr.2),

Dijamin bila semua kendala pada komponen silinder maupun kepala silinder tadi sudah diatasi, kompresi di ruag bakar akan kembali normal. Sehingga perfoma mesin bisa fit lagi. Namun meski sebelumnya tekanan kompresi tidak ada masalah, disarankan tetap melakukan pembersihan kerak di ruang bakar serta skir ulang klep guna menghindari detonasi.

Langkah selanjutnya memeriksa kinerja kopling. Sebab bukan tidak mungkin menurunnya akselerasi motor lantaran kopling sudah mulai slip. Jika memang kampas kopling terlihat mulai tipis, segera ganti 1 set dengan yang baru (gbr.3).